Disaster

Rabu, 17 Juni 2026

Di antara MEGATRUST yang ada di Indonesia, satu diantaranya GAP TECTONIC MEGATRUST lempeng selatan samudra hindia

Beberapa hari lalu masyarakat di Pulau Jawa dan Lombok "resah" dengan berita yang menyatakan bahwa di Pulau Jawa dan Lombok akan terjadi gempa berskala M8.8. Banyak masyarakat yang menjadi panik bahkan menjadi cemas berlebihan dan tak sedikit pula yang mencerca :v .

Mari kita kenalan dulu dengan zona subduksi selatan Pulau Jawa hingga Lombok. Mungkin masih banyak yang belum tahu apa sih zona subduksi itu, zona subduksi adalah zona dimana terdapat 2 lempeng bumi yang saling bertindih satu sama lain, yang satu diatas dan satunya dibawah, zona subduksi ini berada didalam laut dan berbentuk seperti jurang yang didepannya terdapat seperti gunung yang tinggi (jika dilihat dari dasar laut). Zona subduksli ini adalah zona yang paling rapuh dan paling aktif pergerakannya, kenapa? Karena di zona subduksi ini terdapat dua pergerakan lempeng bumi yang saling berlawanan. Dimana satu lempeng dibawah akan maju dan terus mendorong lempeng diatasnya. Dan lempeng diatasnya terus terdorong oleh lempeng dibawahnya dan berusaha agar tidak terdorong. Dan ketika lempeng diatasnya sudah tidak kuat lagi menahan  dorongan lempeng dibawahnya. Maka lempeng diatas akan terdorong maju kedepan atau ke atas mirip seperti sebuah per yang terpental. Dan dari hasil pergerakan ini maka terciptalah gempa besar dan tsunami. Dan pergerakan ini akan terus terulang sampai dunia kiamat pun.

Jadi lempeng2 ini akan terus terdorong lalu terlepas, dan terdorong lalu terlepas begitulah seterusnya. 
Artinya gempa bumi tak akan pernah berhenti di dunia ini. Itulah mengapa yang namanya gempa bumi di suatu wilayah pasti akan terus terulang.

Mengenai zona subduksi di wilayah selatan Pulau Jawa. Mungkin ada banyak juga yang belum tahu bentuk zona subduksi itu seperti apa? Bentuknya ada diphoto bagian bawah yaitu berupa zona garis hitam yang berada di dasar laut, inilah zona subduksi itu.

Zona subduksi diseluruh dunia adalah zona yang paling mahir menciptakan gempa bumi besar dan tsunami yang besar, sudah banyak contohnya seperti gempa Jepang, Aceh, Pangandaran, dan banyak lagi. Zona subduksi ini adalah zona satu2nya yang bisa menciptakan gempa diatas skala M8.0 bahkan hingga M9.5 pun juga bisa.

Zona subduksi diselatan Pulau Jawa bisa dikatakan zona subduksi paling mandul yang ada di Indonesia, kenapa? Karena walau zona subduksi di selatan pulau jawa ini aktif dan mempunyai potensi gempa besar tetapi sangat langka sekali zona subduksi ini melepaskan gempa besar. Tak seperti zona subduksi di Pulau Sumatera yang sangat rajin melepaskan gempa bumi besar plus tsunami, di zona subduksi selatan pulau jawa sepi sekali.


Walau sepi dan mandul, bukan berarti zona subduksi selatan pulau jawa ini adem ayem saja, tetap yang namanya zona subduksi pasti akan melepaskan gempa besar suatu saat. Hanya saja tidak bisa diketahui kapan gempanya akan terjadi.

Zona subduksi diselatan Pulau Jawa ini terbagi kedalam 3 pembagian segmen dimana masing2 segmen memiliki potensi gempa yang sangat besar. Seperti Segmen Lampung-Jabar yang memiliki potensi gempa maksimal M8.8-M9.0, Segmen Jabar-Jateng memiliki potensi gempa Maksimal M8.8, segmen Jatim-Bali memiliki potensi gempa maksimal M9.0.

 TAPI untuk menciptakan sebuah gempa besar yang hebat ini maka diperlukan ratusan/ribuan kilometer zona subduksi bergerak bersamaan. Misalnya zona subduksi dari Lampung-Banten bergerak bersama maka bisa saja langsung menciptakan gempa besar M9.0 sekaligus, tetapi kalau bergeraknya hanya kecil2an ya paling gempanya juga dibawah M6.0 seperti saat2 ini.

Lalu muncul pertanyaan dari masyarakat yang sering sekali diulang, seperti

1. Apa memang benar ya bakalan ada gempa di Jawa M8.8 ?
Jawabannya : benar, tetapi tolong bedakan antara potensi dan prediksi. Potensi itu adalah sesuatu yang pasti terjadi tetapi tidak tahu kapan akan terjadinya. Artinya gempa M8.8 ini pasti akan terjadi dimasa depan, TETAPI tidak tahu kapan akan terjadinya dan apakah skalanya akan mencapai skala M8.8 atau tidak.

2. Kita pasti tidak tahu berapa besaran energy yg di lepas, lalu kenapa berani bilang akan ada gempa M8.8 diselatan Jawa?
Jawabannya : skala M8.8 itu bukalanlah skala sebenarnya jika terjadi gempa di selatan jawa, melainkan skala PERKIRAAN. lalu kenapa berani memperkirakan skalanya akan mencapai skala M8.8 ? Ini adalah hasil dari para peneliti yang meneliti zona subduksi diselatan jawa, yaitu jika zona subduksi ini bergerak bersamaan maka skalanya "bisa mencapai" skala M8.8. Para peneliti berkaca pada bekas2 sedimen dimasa lalu dimana dimasa lalu juga pernah terjadi gempa besar yang sempat mengirim tsunami juga, yang namanya gempa kata admin juga adalah bencana yang pasti terulang walaupun membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk menciptakan gempa besar kembali. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa di BaratDaya Banten pernah terjadi gempa dengan kekuatan M8.1 pada tahun 1924

3. Apakah dampak gempanya akan menciptakan tsunami dengan tinggi 20 meter, dan akan menyapu daratan sampai 4 km jauhnya, benarkah?
Jawabannya : tinggi 20 meter dengan jarak sapuan 4 km itu bukanlah kenyataan yang benar2 akan terjadi, kenapa? Karena tak semua pesisir pantai di selatan jawa itu landai, ada yang berbukit2, ada yang berteluk dan sebagainya. Tinggi 20 meter itu hanya perkiraan yang disamakan jikalau gempa M8.8 ini benar2 terjadi. Karena siapa tahu nanti jika terjadi maka tinggi tsunaminya tak mencapai 20 meter atau bahkan lebih. Perkiraan ini dikeluarkan agar kita waspada saja dan semakin memperhatikan pesisir pantai. Berkaca pada tahun 2006 dimana tsunami dengan tinggi 7 meter mampu menyapu pesisir pantai Pangandaran sejauh 600 meter. Dimana seharusnya dalam jarak maksimal 100 meter dari pantai itu tak ada bangunan permanen. Dan memang untuk tinggi tsunami 20 meter itu mampu menyapu daratan 1-3 km. Seperti contoh tsunami di jepang yang memiliki ketinggian maksimal 40 meter dan mampu menyapu daratan sejauh 10 km dari pesisir pantai yang artinya kota2 yang ada kurang dari 10 km dari pantai pasti akan hancur seperti kota Miyako.

4. Jika terjadi gempa M8.8 di selatan Jawa apakah bekasi, bandung, tasik, jakarta ah kabeh dipapai apa akan terkena?
Jawabannya : yang namanya gempa bumi itu sifatnya getarannya menyebar. Artinya walaupun gempanya di selatan cilacap pasti kota Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta juga akan merasakan getarannya. Apalagi kalau gempanya M8.8 maka semua Pulau Jawa akan bergetar. Semakin besar gempanya maka semakin luas juga jangkauan getarannya. Hanya saja perbedaan skala getarannya akan berbeda2, semakin dekat dengan pusat gempa makan akan semakin besar juga getarannya. Jadi jangan ajukan pertanyaan lucu lagi seperti ini. 

5. Apakah hoax ya akan ada gempa M8.8 di Cilacap?
Jawabannya : ya hoax, kata siapa akan ada gempa M8.8 di Cilacap? Pasti termakan judul berita negara +62 yang super alay kan.  Judul2 berita di Indonesia memang super lebay misalnya seperti "Cilacap berpotensi gempa M8.8" atau "Lombok memiliki potensi gempa hingga M8.5". Lah cacadukan itu kata siapa? Para peneliti tak pernah mengatakan akan benar2 terjadi gempa disana. Yang benar adalah tak akan ada gempa M8.8 yang berpusat tepat di kota Cilacap atau Lombok. Yang benar adalah pusat gempa ini akan terjadi di laut atau di zona subduksi yang jaraknya sekitar 230 km dari Cilacap atau Lombok. Tahu kan jarak 230 km Selatan Cilacap artinya bukan gempanya terjadi di Cilacap.

Masih banyak masyarakat kita yang salah membaca lokasi pusat gempa. Dimana ada berita gempa dengan episenter (267 km BaratDaya Sukabumi) lalu ada yang berkomentar "disukabumi tak ada gempa tuh!" Ya jelas tak ada, memang tak ada gempa di sukabumi. Melainkan di 267 km BaratDaya Sukabumi, jauh dan sangat jauh. Sejauh harapan kamu ke dia...

6. Apakah Pantura  akan terdampak atau aman dari gempa?
Jawabannya : jika gempa terjadi diselatan pulau jawa atau dimanapun yang kekuatannya gempanya besar disekitar pulau jawa maka wilayah anda juga pasti akan terdampak, tetapi tidak hanya terdampak getaran gempanya saja , namun sekaligus  dengan tsunaminya, karena tsunami hanya berlaku untuk pesisir pantai  pasti akan berantakan

Dan untuk yang bertanya apakah wilayah saya aman dari gempa? Jawaban umumnya adalah jika anda pernah merasakan gempa artinya wilayah anda juga rawan gempa bumi, karena dalam peta potensi gempa di Pulau Jawa hampir seluruh kota di Pulau Jawa itu rentan akibat gempa bumi dan berada di dekat patahan2 aktif walau tak benar2 dekat namun jika terjadi gempa pasti akan terkena dampaknya.

Di Bandung ada Patahan Lembang. Kira2 sumedang kena ga ya?
Jawabannya : jangankan sumedang, Jakarta, Bogor, Bekasi, Cirebon juga pasti akan kena jika patahan lembang benar2 melepaskan gempa besar. Kenapa? Karena getarannya akan menyebar keseluruh Jawa Barat dengan kekuatan getaran yang berbeda2. Sumedang mungkin bisa saja meraskan gempa dalam skala MMI V dan Cirebon MMI IV kedua skala ini sudah mampu membuat dinding rumah retak2 atau rubuh

7. Nanya ...., saya ada rencana mau berlibur ke pangandaran, kira2 aman ga ya. Saya jadi was2? (maksudnya aman dari gempa)
Jawabannya : tidak tahu, kenapa masyarakat Indonesia mudah sekali digertak dengan berita yang sebenarnya kejadiannya itu tak tahu kapan? Admin tak bisa menjamin keselamatan manusia karena admin juga sama manusia seperti anda. Pertanyaan2 lucu ini terjadi karena masyarakat kita mudah sekali digertak dengan berita2 seputar bencana. Cukup bilang "hati2 bandung berpotensi gempa M7.0 SR!" Yang ada difikiran masyarakat adalah "aduh bandung katanya bakalan ada gempa, jadi susah tidur nich, mana suami jauh nich jadi takut sayah". Kenapa harus takut pada berita yang kejadinnya entah kapan? Yang harus dilakukan itu adalah waspada tetapi bukan waspada yang salah. Tau apa itu? Yaitu waspada yang berlebihan dimana kita malah jadi panik karena berita itu dan bersiap2 mengungsi. Itu salah.

Disini kita jalani aktifitas seperti biasa dan  edukasi masyarakat  ajak lakalukan mitigasi kebencanaan yg di sesuaikan dgn situasi dan kondisi di tiap tiap daerah dan wilayah,  dan jangan lupa  tetap mengedepankan kearifan lokal yang berlaku , serta berdoa agar diberikan keselamatan oleh Allah. Juga tambah pengetahuannya tentang gempa bumi agar makin kenal dan waspada...

satelit bumi ( BULAN ) benarkah mempunyai kandungan air yg sama dengan material air di bumi


Selama ini kita tahu bahwa Bulan adalah tempat yang kering, gersang, dan tandus. Namun, beberapa tahun terakhir, para astronom dikejutkan dengan penemuan adanya es dan molekul air di wilayah kutub Bulan yang tidak pernah terkena matahari.

Pertanyaannya: dari mana air itu berasal? Teori populer menyebutkan bahwa air dibawa oleh hantaman asteroid atau komet purba. Namun, sebuah studi mengejutkan dari para ilmuwan mengungkap fakta baru yang bikin geleng-geleng kepala: Bumi ternyata ikut andil "menyusui" Bulan dengan air dari atmosfernya sendiri!

Fenomena luar angkasa yang menakjubkan ini disebut-sebut telah berlangsung selama miliaran tahun secara diam-diam.

Bagaimana "Jembatan Air" Bumi-Bulan Ini Bekerja?

Tentu saja Bumi tidak menyemprotkan air seperti selang ke luar angkasa. Proses transfer ini melibatkan medan magnet Bumi dan partikel super kecil yang disebut ion. Begini cara kerjanya:

1. Efek Angin Matahari (Solar Wind): Matahari terus-menerus memancarkan angin bermuatan partikel tinggi. Ketika angin ini menghantam Bumi, lapisan medan magnet kita (magnetosfer) terdorong dan menjulur panjang ke belakang membentuk struktur seperti ekor layang-layang yang disebut magnetotail.
2. Pintu Gerbang Angin Bumi (Earth Wind): Ekor magnet ini membentang sangat jauh hingga melewati orbit Bulan. Ketika Bulan berada di posisi ini (biasanya terjadi selama beberapa hari di sekitar fase Bulan Purnama), Bulan terlindungi dari radiasi Matahari. Di saat bersamaan, medan magnet Bumi bertindak seperti pipa penyelamat yang menyalurkan ion hidrogen dan oksigen dari lapisan atas atmosfer Bumi menuju permukaan Bulan.
3. Terbentuknya Air di Tanah Bulan: Ketika ion hidrogen dan oksigen dari atmosfer Bumi ini mendarat di tanah Bulan (regolith), mereka bereaksi dengan batuan Bulan dan membentuk hidroksil (–OH) serta molekul air ($H_2O$).

Mengapa Penemuan Ini Sangat Penting?

Penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini menunjukkan bahwa transfer partikel atmosfer ini bekerja jauh lebih efektif berkat adanya medan magnet modern Bumi. Artinya, tanah di Bulan menyimpan catatan sejarah kimiawi yang sangat panjang tentang bagaimana atmosfer, iklim, dan lautan di Bumi berevolusi selama miliaran tahun lalu.

Bagi badan antariksa dunia seperti NASA, penemuan ini adalah kabar baik. Jika manusia ingin mendirikan pangkalan jangka panjang di Bulan, pasokan air yang tersimpan di tanah Bulan—yang sebagian ternyata berasal dari "rembesan" atmosfer Bumi sendiri—bisa ditambang dan diolah menjadi air minum serta bahan bakar roket untuk misi masa depan ke Mars.

Sumber Terpercaya:

• University of Rochester / Jurnal Communications Earth & Environment (Desember 2025): Research on how Earth’s magnetic field lines funnel atmospheric particles to the lunar surface.
• NASA Science / Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO): Data analisis kandungan senyawa volatil dan air pada regolith (tanah) Bulan.
• UCLA / Journal of Geophysical Research: Space Physics: Studi mengenai interaksi magnetosfer Bumi (Earth wind) terhadap siklus air di Bulan.

#InfoAntariksa #MisteriSemesta #FaktaAstronomi #SainsLuarAngkasa #ViralHariIni #TrendingReels #PengetahuanUmum #BulanPurnama #RafasSa

PENANGGULANGAN BENCANA berbasis TEKNOLOGY INFORMASI ( I.T ) dalam pola pikir IBRAHIM DA SILVA


di posko lapindo Tagana jawa timur
Oleh Ibrahim Da Silva 16.06.0458

bahwa kunci pusat manajemen bencana ini adalah kecepatan komunikasi.

Dengan menginvestaskani besar-besaran di sektor multimedia untuk memastikan bahwa komunikasi berjalan cepat dan seefektif mungkin. tidak hanya mengamati perkembangan dan koordinasi antar instansi, namun juga menerima laporan para warga di daerah bencana dari berbagai media sosial seperti Facebook dan Twitter dan segera mendatanya.

 perlu membangun pusat manajemen krisis yang canggih, dan SDM yang berkualivaid, serta di support.  jika ada personil yang jelas terlihat teruji baik kapasitas kapabilitasnya harus di support penuh, bukan malah di kondisikan bahkan di move atau pembunuhan karakter.

 dua pendekatan kunci dalam menangani bencana alam. Salah satunya adalah tidak pernah mengharapkan seorang pemimpin heroik yang sangat menonjol dalam menghadapi bencana

serta  mendorong pemimpin-pemimpin lokal untuk memberdayakan masyarakat masing-masing dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana alam

Pendekatan lain, menurut Anderson, adalah menyiapkan langkah-langkah yang bisa menghadapi semua tipe bencana alam.

Maka penting untuk mengajak mereka ikut memperbaiki genteng rumah mereka sendiri, misalnya, ketimbang menyuruh petugas memperbaiki sementara mereka menonton televisi di ruang tengaht

berhasil membuat masyarakat peduli akan bencana alam justru lebih baik ketimbang memunculkan pemimpin heroik, dan dominan serta menonjol dari yang lainnya.


penulis : 
                DJOKO SOENJOTO
                MALIK IBRAHIM DA SILVA

Kelembagaan yg di ikuti
             : *>   International Council 
                    Valuntee Agency 
                     ( ICVA)  
               *>  Tagana Indonesia
               *>  Balakar 1986 19881.
               *>  Satgas Timtim 1987 -
                     2001. 
               *>  Satlakar kota
                     surabaya
               *> I.A.B.I  Ikatan Ahli
                   Bencana Indonesia

              
             
j

hanya sekitar 7,2 tahun cahaya dari Bumi, terdapat sebuah objek misterius bernama WISE 0855−0714,

Di kedalaman kosmik yang sunyi, hanya sekitar 7,2 tahun cahaya dari Bumi, terdapat sebuah objek misterius bernama WISE 0855−0714, salah satu dunia paling aneh yang pernah ditemukan manusia.

Objek ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2014 melalui data teleskop inframerah milik NASA, yaitu Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE). Karena hampir tidak memancarkan cahaya tampak, WISE 0855−0714 benar-benar tersembunyi dalam kegelapan, hanya bisa terlihat lewat jejak panasnya yang sangat lemah.

Secara klasifikasi, ia adalah katai cokelat (brown dwarf), objek yang berada di antara planet raksasa dan bintang. Massanya diperkirakan sekitar 3 hingga 10 kali massa Jupiter, terlalu kecil untuk memulai reaksi fusi seperti bintang, tapi terlalu besar untuk disebut planet biasa. Inilah alasan mengapa banyak ilmuwan menganggapnya sebagai planet pengembara atau rogue world.

Yang paling mengejutkan adalah suhunya. Dengan kisaran sekitar −48°C hingga +12°C, WISE 0855−0714 menjadi salah satu objek paling dingin yang pernah ditemukan di luar Tata Surya. Suhu ini bahkan mendekati kondisi di Bumi, sesuatu yang sangat langka untuk objek bebas di ruang antarbintang.

Tidak seperti planet di Tata Surya yang mengorbit Matahari, WISE 0855−0714 melayang sendirian di ruang hampa, tanpa bintang induk. Dunia ini kemungkinan besar terbentuk seperti bintang yang gagal, atau bisa juga merupakan planet yang terlempar dari sistemnya akibat interaksi gravitasi yang ekstrem miliaran tahun lalu.

Penelitian lebih lanjut, termasuk dari teleskop seperti Spitzer Space Telescope, menunjukkan bahwa atmosfernya kemungkinan dipenuhi awan es air dan amonia. Ini menjadikannya salah satu objek pertama di luar Tata Surya yang menunjukkan tanda-tanda awan air, memberi petunjuk penting tentang bagaimana atmosfer planet terbentuk dan berevolusi.

Selain itu, WISE 0855−0714 juga memiliki rotasi yang cukup cepat, diperkirakan sekitar 10–14 jam, mirip dengan planet gas raksasa seperti Jupiter. Namun, tanpa cahaya bintang, permukaannya akan selalu berada dalam kegelapan total, dunia dingin yang tidak pernah mengenal siang.



#luarangkasa #astronomi #planet #faktaunik #sains

Minggu, 31 Mei 2026

Education Terhadap Ancaman Bencana Silent Killer

TRAGEDI GLAMPING: Kenapa Sekeluarga Bisa Meninggal Tanpa Ada Luka?JANGAN PERNAH BAWA KOMPOR ATAU ARANG KE DALAM TENDA TERTUTUP!



Belakangan ini kita kembali dihebohkan dengan berita tragis satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat glamping. Tidak ada bekas luka, tidak ada tanda kekerasan, mereka hanya terlihat seperti sedang tertidur pulas.Apa yang sebenarnya terjadi? Sains menjawabnya dengan satu istilah: Keracunan Karbon Monoksida (CO).Cara Kerja "Pembunuh Senyap" Ini: Saat udara di pegunungan sangat dingin, banyak pemula yang nekat menyalakan kompor portable atau briket pemanas di dalam tenda, lalu menutup rapat semua ventilasi agar hangat.Pembakaran di ruang kedap udara ini menghasilkan gas Karbon Monoksida. Celakanya, gas ini tidak punya bau dan warna. Saat gas ini masuk ke paru-paru, ia akan "membajak" sel darah merah kita dengan sangat cepat. Tubuh perlahan kehabisan oksigen, membuat korban merasa pusing, sangat mengantuk, lalu tidak sadarkan diri tanpa rasa sakit atau tercekik sedikitpun.Aturan Emas Camping/Glamping: Memasak atau menyalakan api wajib dilakukan di LUAR ruang tidur tenda. Jika kedinginan, gunakan sleeping bag tebal, jaket, atau heat patch, BUKAN api.Kesalahan kecil karena ketidaktahuan bisa berakibat fatal. Bagikan postingan ini ke grup keluarga atau teman-temanmu yang hobi healing ke gunung agar kejadian serupa tidak terulang! #InfoKesehatan #GlampingIndonesia #FaktaSains #KeselamatanAlam #BeritaTerkini

Sabtu, 02 Mei 2026

Benarkah..? Lubang Cacing / Lorong Waktu Einstein Rosen Bridge, bisakah menembus waktu ruang dan massa

Bayangkan jika jarak miliaran kilometer di alam semesta bukan lagi penghalang, tapi hanya sesuatu yang bisa dilipat. Dalam dunia fisika, ada konsep luar biasa yang disebut lubang cacing, sebuah jalur pintas yang menghubungkan dua titik jauh di ruang dan waktu. Ide ini berakar dari Teori Relativitas Umum yang dikembangkan oleh Albert Einstein, lalu diperluas bersama Nathan Rosen menjadi apa yang dikenal sebagai Einstein-Rosen Bridge. Secara teori, lubang cacing memungkinkan kita melompat dari satu bagian alam semesta ke bagian lain dalam sekejap, tanpa harus menempuh perjalanan panjang seperti biasanya.

Bayangkan perjalanan ke bintang terdekat seperti Proxima Centauri yang biasanya memakan waktu puluhan ribu tahun bisa berubah menjadi hanya beberapa detik. Bukan karena kita bergerak lebih cepat dari cahaya, tapi karena kita mengambil jalan pintas melalui struktur ruang-waktu itu sendiri. Kedengarannya seperti fiksi ilmiah, tapi secara matematis, konsep ini benar-benar ada.

Namun, realitanya tidak sesederhana itu. Untuk menjaga lubang cacing tetap terbuka, dibutuhkan sesuatu yang disebut energi negatif, bentuk energi yang belum bisa kita manfaatkan dalam skala besar. Belum lagi masalah ketidakstabilan yang membuat lubang cacing bisa runtuh dalam sekejap, serta lingkungan ekstrem di sekitarnya yang dipenuhi radiasi berbahaya. Bahkan, beberapa teori menyebutkan bahwa lubang cacing bisa menghubungkan masa lalu dan masa depan, membuka kemungkinan perjalanan waktu yang penuh paradoks.

Meski masih sebatas teori, gagasan ini terus diteliti dan bahkan menginspirasi banyak karya populer seperti Interstellar, yang mencoba menggambarkan bagaimana manusia suatu hari bisa menjelajah galaksi dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Jadi, apakah lubang cacing benar-benar akan menjadi kunci perjalanan antar bintang di masa depan, atau hanya akan tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan? 


Konsep Einstein Rosen Bridge yang dipopulerkan Albert Einstein emang solid secara matematis sebagai cosmic shortcut, namun secara fisikawan Kip Thorne mengingatkan bahwa realitanya kita butuh exotic matter dengan energi negatif buat menstabilkan lubang tersebut agar nggak collapse seketika. Jika ditarik ke perspektif yang lebih luas, fenomena menembus dimensi ini seolah memvalidasi isyarat dalam Al-Qur'an (Ar-Rahman: 33) tentang menembus penjuru langit dengan kekuatan ilmu pengetahuan, namun manusia saat ini masih terbentur keterbatasan teknologi dan risiko radiasi ekstrem yang belum feasible secara ekonomi maupun teknis untuk dieksekusi. Intinya, wormhole itu secara vibe adalah ultimate goal peradaban, tapi secara scientific journey kita masih di tahap tebak-tebak buah manggis, karena butuh energi yang besarnya nggak masuk akal buat sekadar bikin jalur pintas tersebut tetap stay dan aman buat dilewati tanpa bikin kita jadi spageti luar angkasa.

#lubangcacing #wormhole #antarbintang #fisika #astronomi

Jumat, 24 April 2026

Rahasia Alam Hole (lubang besar mengangah di muka bumi

Sebuah penemuan ilmiah besar di China mengungkap adanya lubang runtuhan raksasa yang di dasarannya terdapat hutan purba yang lebat. Sinkhole ini terletak di Kabupaten Leye, wilayah Guangxi, dan memiliki ukuran yang sangat besar—ratusan meter lebar dan dalamnya. Di dalamnya, para peneliti menemukan hutan yang berkembang sepenuhnya dengan pohon-pohon tinggi yang mencapai sekitar 40 meter.

Lingkungan ini penting karena berfungsi seperti “ekosistem tersembunyi” alami. Dinding curam dari sinkhole menciptakan ruang yang terlindungi, di mana tumbuhan dan hewan dapat berkembang dengan gangguan yang lebih sedikit dari manusia dan kondisi luar. Karena isolasi ini, para ilmuwan percaya bahwa area tersebut mungkin menyimpan spesies langka atau bahkan yang belum pernah ditemukan, termasuk tumbuhan, serangga, dan satwa lainnya.

Sinkhole ini sendiri terbentuk selama ribuan tahun melalui proses geologi alami, terutama akibat erosi batu kapur oleh air. Seiring waktu, tanah runtuh dan membentuk rongga vertikal yang dalam. Dalam lingkungan yang lembap dan stabil di dasarnya, vegetasi dapat tumbuh dengan bebas hingga membentuk hutan yang lebat.

Namun, penting untuk dipahami bahwa meskipun penemuan ini luar biasa, tempat ini bukanlah “dunia yang benar-benar terpisah.” Udara, air, dan sebagian pergerakan hewan masih menghubungkannya dengan lingkungan luar. Ekosistem ini terisolasi secara struktur, tetapi tidak sepenuhnya terputus dari alam sekitarnya.



Para ilmuwan mempelajari sinkhole seperti ini dengan cermat karena dapat membantu memahami keanekaragaman hayati, evolusi, dan bagaimana spesies beradaptasi dalam lingkungan unik. Penemuan ini juga menunjukkan bahwa masih banyak keragaman alam di Bumi yang belum sepenuhnya dijelajahi.

Secara sederhana, penemuan ini menunjukkan bahwa alam mampu menciptakan “dunia hijau tersembunyi” di dalam lubang runtuhan yang dalam, memberikan kesempatan langka untuk mempelajari kehidupan yang berkembang dalam lingkungan yang terlindungi dan tidak biasa.

Apa itu KBC void atau “Local Hole”. dan di mana ...?

Penelitian astronomi terbaru mengusulkan bahwa Bumi dan galaksi Bima Sakti berada dekat pusat sebuah kehampaan kosmik raksasa dengan diameter sekitar 2 miliar tahun cahaya, yang dikenal sebagai KBC void atau “Local Hole”.


Wilayah dengan kepadatan rendah ini mengandung sekitar 20% lebih sedikit materi dibandingkan kepadatan rata-rata alam semesta, menjadikannya salah satu struktur terbesar yang diketahui.

Bukti ini berasal dari osilasi akustik baryon, yaitu pola halus dalam distribusi galaksi yang merupakan jejak gelombang suara dari alam semesta awal, tak lama setelah Big Bang.
Analisis terhadap “suara Big Bang” ini selama dua dekade menunjukkan adanya distorsi yang konsisten dengan lingkungan lokal kita yang lebih “kosong” dari yang diperkirakan.

Dalam kehampaan seperti ini, gravitasi dari wilayah yang lebih padat di sekitarnya menarik materi ke luar, menyebabkan galaksi di sekitar kita menjauh lebih cepat dibandingkan di wilayah yang lebih padat.

Efek aliran keluar ini dapat membantu menjelaskan ketegangan Hubble, yaitu perbedaan antara pengukuran lokal laju ekspansi alam semesta (sekitar 73 km/detik/Mpc dari supernova) dan pengukuran dari latar belakang gelombang mikro kosmik (sekitar 67–68 km/detik/Mpc).

Alih-alih membutuhkan fisika baru yang rumit seperti energi gelap yang berubah-ubah, keberadaan void ini menawarkan penjelasan lokal yang lebih sederhana: posisi kita di dalam “gelembung” ini membuat laju ekspansi tampak lebih cepat.

Para peneliti menghitung bahwa tinggal di dalam void seperti ini bisa hingga 100 juta kali lebih mungkin dalam model yang disesuaikan dibandingkan asumsi bahwa alam semesta sepenuhnya seragam.

Walaupun masih kontroversial dan menantang model kosmologi standar dalam skala besar, gagasan ini sejalan dengan semakin banyaknya pengamatan yang menunjukkan bahwa lingkungan galaksi kita relatif lebih kosong.

Data lebih lanjut dari survei mendatang diharapkan dapat mengonfirmasi atau membantah teori ini, yang berpotensi mengubah pemahaman kita tentang struktur dan evolusi alam semesta.

Rabu, 22 April 2026

Apa Itu AURORA

Langit yang kita lihat setiap hari ternyata bukan sekadar ruang kosong, tapi tersusun dari beberapa lapisan atmosfer yang masing-masing punya peran penting dalam menjaga kehidupan di Bumi.

Lapisan paling bawah adalah troposfer (0–12 km), tempat kita hidup. Di sinilah semua fenomena cuaca terjadi dimana awan bisa terbentuk, hujan turun, angin bertiup, bahkan badai dan petir terjadi. Menariknya, sekitar 75% massa atmosfer berada di lapisan ini, dan suhu akan semakin dingin seiring bertambahnya ketinggian.

Di atasnya ada stratosfer (12–50 km), rumah bagi lapisan ozon. Ozon berfungsi menyerap radiasi ultraviolet (UV) berbahaya dari Matahari. Tanpa lapisan ini, kulit kita bisa terbakar dan ekosistem di Bumi akan rusak. Berbeda dari troposfer, suhu di stratosfer justru meningkat dengan ketinggian karena penyerapan energi UV.

Selanjutnya adalah mesosfer (50–85 km), lapisan paling dingin di atmosfer dengan suhu bisa mencapai -90°C. Di sinilah sebagian besar meteor terbakar akibat gesekan dengan partikel udara, sehingga jarang ada yang sampai ke permukaan Bumi.

Lebih tinggi lagi, ada termosfer (85–600 km). Suhu di sini bisa mencapai ribuan derajat Celsius karena menyerap radiasi Matahari berenergi tinggi. Namun, karena udaranya sangat tipis, panasnya tidak terasa seperti di Bumi. Fenomena aurora terjadi di lapisan ini akibat interaksi partikel Matahari dengan medan magnet Bumi. Beberapa satelit dan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) juga mengorbit di wilayah ini.

Lapisan terakhir adalah eksosfer (>600 km), batas antara atmosfer dan luar angkasa. Di sini, partikel gas sangat jarang dan bisa lepas ke ruang angkasa. Tidak ada batas yang benar-benar jelas, eksosfer perlahan memudar menjadi kehampaan kosmos.

Atmosfer bukan hanya melindungi kita dari radiasi dan benda luar angkasa, tapi juga menjaga suhu Bumi tetap stabil dan memungkinkan kita bernapas. Tanpa lapisan-lapisan ini, kehidupan di planet kita tidak akan bertahan.

#sains #atmosfer #bumi #astronomi #faktadunia

Selasa, 21 April 2026

22 APRIL HARI BUMI

*Bencana Sumatera What's Next*

Hari Bumi 22 April sudah diperingati sejak tahun 1970 dengan tema sesuai kondisi setiap tahunnya. Tema hari bumi tahun 2026 Keluatan Kita Planet Kita mengingatkan semua umay manusia di bumi untuk introspeksi apa yang sudah mereka lakukan dengan dampak yang ditimbulkannya. Beberapa tahun ini perlindungan lingkungan menghadapi tekanan di seluruh dunia karena tekanan ekonomi, konflik, dampak iklim, dan pergeseran prioritas politik.  Kebijakan lingkungan memengaruhi biaya yang ditanggung oleh rumah tangga, pemerintah daerah, dan perekonomian nasional. Perubahan kebijakan ini memengaruhi harga utilitas, produktivitas pertanian, ketersediaan asuransi, *pengeluaran pemulihan bencana*, dan sistem kesehatan masyarakat. Keterlibatan masyarakat menyediakan mekanisme untuk menjaga kesinambungan dan akuntabilitas ketika kapasitas kelembagaan bervariasi. 

Akhir tahun 2025 bangsa Indonesia dikagetkan dengan dampak Bencana Sumatera yang meliputi Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar. Berdasarkan data BNPB per 20 Januari 2026, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar menyebabkan 1.199 orang meninggal dunia dan 144 orang hilang. Sebanyak 114.200  warga masih mengungsi, dengan dampak rumah rusak mencapai 175.050 unit, 215 Fasilitas Kesehatan, 4.546 Fasilitas Pendidikan. Kerusakan infrastruktur ada 4.000-6.000 titik/unit infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan. Desa Hilang: 29 desa lenyap tersapu bencana, mayoritas di Aceh (21 desa).
Kerugian infrastruktur mencapai tembus Rp68,67 triliun. 

*Kenapa sangat besar dampaknya?*.  Peristiwa siklon tropis yang melanda Sumatera tidak dapat dilepaskan dari hilangnya sekitar 1,4 juta hektare hutan tropis yang dialihfungsikan menjadi kawasan budidaya seperti kawasan wisara, pertanian, permukiman,  pertambangan legal dan ilegal,  perkebunan sawit dsb. Perubahan tutupan lahan ini mengakibatkan rusaknya fungsi hidrologis hutan, sehingga kemampuan tanah dalam menyerap air menurun drastis dan memicu aliran permukaan yang bersifat destruktif.

*Apakah kejadian bencana Sumatera bisa terjadi di tempat bila ada pengalihan fungsi lahan hutan?*


Selasa, 14 April 2026

APA ITU GERANGAN EL ~ NINO ...!?!?!???

Sahabat-sahabatku, apa yang kita alami sekarang bukanlah cuaca panas biasa. Ini adalah datangnya bahaya ‘El Niño’, yang dapat diam-diam merenggut nyawa dan memisahkan orang-orang terkasih dari kita. Situasi ini akan menjadi lebih serius menjelang bulan Mei.
😱 Apa itu ‘El Niño’?
Sederhananya, air di Samudra Pasifik menjadi sangat hangat. Ini mengubah aliran udara di seluruh dunia. Angin monsun barat daya, yang seharusnya membawa hujan di bulan Mei, mungkin akan terlambat atau kurang kali ini. Ini berarti bahwa ketika seharusnya hujan, yang akan terjadi hanyalah panas yang sangat terik.
🏠🔥 Situasi ini sangat berbahaya.

Bahkan orang sehat pun dapat meninggal karena serangan panas. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan nyawa kita, kita harus segera melakukan hal-hal berikut:
💧 Jangan menunggu sampai Anda merasa haus – itu berbahaya!
Rasa haus adalah tanda bahwa tubuh sudah mengalami dehidrasi. Anda harus minum air setiap jam. Pastikan anak-anak dan lansia minum air. Selalu sediakan botol air di dekat Anda.

 ☀️🚫 Waktu paling berbahaya adalah dari pukul 11 ​​pagi hingga 3 sore
Pada waktu ini, matahari langsung mengenai tubuh.
Tetaplah berada di dalam ruangan sebisa mungkin
Pertimbangkan dengan cermat jika ada acara olahraga sekolah
Nyawa anak Anda lebih berharga daripada medali apa pun
👕 Hindari pakaian hitam
Pakaian hitam menyerap panas lebih banyak. Kenakan pakaian katun berwarna terang seperti putih atau merah muda.

⚠️ Gejala Serangan Panas:
Sakit kepala hebat
Pingsan
Muntah
Kulit kering tanpa berkeringat
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera bawa mereka ke tempat teduh, usap tubuh dengan kain lembap dan segera bawa mereka ke rumah sakit.
🐾 Jangan lupakan hewan peliharaan
Bantu tidak hanya anjing dan kucing di rumah Anda, tetapi juga hewan-hewan di jalan.
Sediakan air di depan rumah atau di dekat dinding
Pastikan ada tempat teduh
🚰📢 Terakhir…
Jangan diam setelah membaca informasi ini. Bagikan dengan keluarga dan teman-teman Anda.  Kita semua perlu bersiap menghadapi kondisi 'El Niño' yang akan datang.

Ingatlah…
Kita hanya bisa terhindar dari bahaya ini jika kita aman.
Bagikan informasi ini untuk menyelamatkan nyawa orang lain.

Minggu, 22 Februari 2026

Opini Puasa di Tengah Krisis Iklim, Menjaga Bumi sebagai Bagian dari Ibadah Ahad.

Opini Puasa di Tengah Krisis Iklim, Menjaga Bumi sebagai Bagian dari Ibadah Ahad. 

Bulan Ramadan selalu hadir sebagai momentum spiritual yang menuntun umat Islam untuk menata ulang relasi dengan diri, sesama, dan Tuhan. Namun, di tengah krisis iklim yang kian nyata, puasa seharusnya juga menjadi ruang refleksi atas relasi kita dengan alam.    Banjir, longsor, kekeringan, gelombang panas, dan krisis pangan yang semakin sering terjadi menunjukkan bahwa krisis iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas hari ini yang dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok rentan. 

Perubahan pola musim mengganggu produksi pangan petani, nelayan menghadapi ketidakpastian cuaca ekstrem, sementara warga miskin kota menjadi kelompok paling terdampak ketika bencana datang.   Dalam konteks ini, ibadah puasa tidak cukup dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga semata, melainkan juga sebagai latihan menahan diri dari perilaku eksploitatif terhadap alam. Puasa mengajarkan batas—bahwa tidak semua yang bisa kita ambil dari bumi harus kita ambil tanpa kendali.   Dalam perspektif ajaran Islam, manusia diposisikan sebagai khalifah di bumi, dengan amanah untuk merawat dan menjaga keberlanjutan ciptaan Tuhan. Puasa melatih kesadaran etik untuk hidup secukupnya, menghindari pemborosan (israf), serta menumbuhkan empati pada mereka yang hidup dalam keterbatasan.    Nilai-nilai ini sangat relevan dalam menghadapi krisis iklim, yang salah satu akar masalahnya adalah gaya hidup konsumtif, boros energi, dan rakus sumber daya. Ketika puasa dimaknai secara ekologis, ia menjadi laku spiritual yang mendorong perubahan perilaku: dari gaya hidup eksploitatif menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan. 

Sayangnya, praktik Ramadan di ruang publik kita sering justru memperlihatkan paradoks. Konsumsi meningkat tajam, produksi sampah melonjak, penggunaan plastik sekali pakai membanjiri ruang-ruang ibadah dan kegiatan berbagi takjil, sementara sisa makanan terbuang percuma.    Di banyak tempat, semangat berbagi tidak diiringi dengan kesadaran ekologis. Padahal, krisis iklim menuntut perubahan pola konsumsi, termasuk dalam praktik ibadah. Puasa yang tidak diiringi dengan kesadaran lingkungan berpotensi kehilangan makna etiknya.   Puasa ramah lingkungan bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana dan kontekstual.
 

** Pertama  
mengurangi sampah plastik dalam kegiatan buka puasa bersama dengan mendorong penggunaan wadah pakai ulang dan pengelolaan sampah terpilah di masjid serta pesantren.    

** Kedua  
menghindari pemborosan makanan dengan menyajikan menu secukupnya, mengelola sisa makanan, dan mengedukasi jamaah tentang food waste. 

** Ketiga, menghemat air dan energi dalam aktivitas ibadah—termasuk penggunaan air wudhu secara bijak dan efisiensi listrik di ruang-ruang ibadah.    

** Keempat 
 mengarahkan sedekah dan infak tidak hanya pada konsumsi sesaat, tetapi juga pada program-program ketahanan pangan, konservasi lingkungan, dan penguatan ekonomi kelompok rentan yang terdampak krisis iklim.   Praktik puasa ramah lingkungan bukan sekadar wacana. Di Yogyakarta, sejumlah masjid mulai menunjukkan bagaimana nilai ibadah dapat diterjemahkan menjadi aksi ekologis yang konkret.    Masjid Jogokariyan dikenal dengan tradisi berbagi takjil berskala besar yang dikelola secara tertib, sekaligus terus mendorong pengurangan pemborosan makanan dan penataan distribusi agar lebih efektif.    

Sementara itu, masih banyak Masjid yang belum bisa nerepakan dan mempraktikkan konsep masjid ramah lingkungan melalui pengelolaan sampah berbasis jamaah, penghijauan lingkungan sekitar masjid, penghematan air wudhu, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk menekan jejak karbon aktivitas ibadah.

 Inisiatif-inisiatif lokal ini diperkuat oleh imbauan kelembagaan dari Kementerian Agama di masing kota dan kabupaten  seperti  Kota Yogyakarta yang mendorong pengelola masjid untuk lebih bijak mengelola sampah Ramadan, menghemat air dan energi, serta membangun sistem pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.    

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa masjid dapat bertransformasi menjadi pusat edukasi dan praktik kesalehan ekologis—tempat ibadah yang tidak hanya memuliakan Tuhan, tetapi juga merawat bumi sebagai amanah bersama.   Peran lembaga keagamaan, masjid, pesantren, dan organisasi masyarakat sipil menjadi kunci dalam menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan perilaku kolektif. Dakwah ekologis perlu diperkuat—bukan sekadar mengajak beribadah secara ritual, tetapi juga menumbuhkan kesalehan ekologis.   

Pada akhirnya, puasa di tengah krisis iklim adalah panggilan etis untuk memperluas makna ibadah: dari kesalehan personal menuju kesalehan sosial dan ekologis. Menjaga bumi adalah bagian dari menjaga kehidupan, dan menjaga kehidupan adalah inti dari ajaran agama itu sendiri.    Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan—bukan hanya selama sebulan, tetapi sebagai laku hidup berkelanjutan. Jika puasa berhasil melatih kita menahan diri dari yang merusak, maka ia telah menjadi ibadah yang relevan bagi zaman krisis iklim hari ini.   



Nara sumber : 
* Ketua LPBI NU Jawa Barat
* Ketua Dewan Nasional WALHI
   2012–2016. 
* Direktur Yayasan Sahabat
  Nusantara. 
* Anggota Dewan Sumber Daya
  Air Jawa Barat, 
* Anggota Dewan Pakar Forum
   POSGAB, 
* Pegiat Lingkungan dan
   Bencana

Ditulis dan di daur ulang oleh 
D.S.M Ibrahim
* Pegiat kebencanaan







Sabtu, 24 Januari 2026

kapan bangsa Yaman datang ke bumi Nusantara sebelum berdirinya NKRI ..?

"Darah Ba’alawi di Balik Singgasana: Jejak Arab Yaman dalam Keraton Yogyakarta"
 
(Menjawab permintaan Mas Andi Awan Tentang Habib Hasan Munadi Baabud)

Sejarah Nusantara tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia tumbuh dari perjumpaan banyak bangsa—dan salah satu yang paling awal berbaur dengan penduduk lokal adalah para pendatang Arab Hadhrami (Yaman Selatan). Jauh sebelum kolonialisme Belanda menginjakkan kaki, proses pembauran itu telah terjadi secara alamiah: lewat perdagangan, dakwah, dan pernikahan.

Sebagian dari mereka bahkan menembus tembok-tembok kerajaan Nusantara. Menariknya, banyak keturunan Arab tersebut kemudian melepas nama Arabnya, mengenakan busana lokal, mengikuti adat istiadat setempat, dan hidup sepenuhnya sebagai bagian dari masyarakat Jawa. Inilah wajah asimilasi yang sering luput—atau sengaja dilupakan—oleh mereka yang gemar memutus nasab dan merendahkan peran keturunan Yaman dalam sejarah Indonesia.

Salah satu contoh paling nyata dari pembauran ini adalah Kesultanan Yogyakarta.

– Jejak Arab di Lingkar Dalam Keraton

Dalam penelitiannya, L.W.C. Van den Berg mencatat adanya keluarga Arab yang menduduki posisi penting di Kesultanan Yogyakarta. Meski sebagian besar dari mereka telah kehilangan ciri lahiriah bangsa Arab—baik nama maupun budaya—jejak darah dan peran mereka tetap tercatat dalam sejarah.

Penelitian akademik yang lebih spesifik dilakukan oleh Siti Hidayati Amal (Universitas Indonesia) dalam riset berjudul Menelusuri Jejak Kehidupan Keturunan Arab-Jawa di Luar Tembok Keraton Yogyakarta. Di sana disebutkan beberapa nama dan jalur pencarian yang mengungkap mata rantai keturunan Arab dalam lingkungan keraton.

Salah satu sumber utama adalah Ibu Wida, seorang keturunan Arab-Jawa dari jalur ibu. Dalam Serat Kekancingan (surat keterangan silsilah) dari Keraton Yogyakarta, disebutkan dengan jelas bahwa beliau merupakan keturunan Arab dan Jawa. Dari penelusuran yang dilakukannya, ditemukan silsilah Arab keluarganya sebagai berikut:

Muhammad Shahib Mirbath – Ali Ba’alwi – al-Faqih al-Muqaddam Muhammad – Alwi al-Ghayyur – Ali – Muhammad Mauladawilah – Ali – Abdullah Ba’abud – Abdurrahman Ba’abud – Abu Bakar Ba’abud Kharbasyan – Ahmad – Husein – Abu Bakar – Abdullah – Muchsin – Umar – Muchsin – Abdullah – Alwi Ba’abud – Hasan al-Munadi – Ibrahim Ba’abud – Mohamad Irfan – Ya’kub – Hasan Manadi – Siti S (ibu dari Ibu Wida).

Silsilah ini bukan klaim lisan tanpa dasar, melainkan ditopang dokumen keraton dan riset genealogis yang serius.

– Alwi Ba’abud dan Awal Masuknya Arab Ba’alawi ke Keraton

Sumber penting lainnya adalah Soemitro Oetomo (Tommy)—kerabat Ibu Wida—yang secara tekun menelusuri garis keturunannya. Penelusuran ini tidak dilakukan sembarangan. Ia dibantu oleh sejarawan dan institusi kredibel seperti Peter Carey, Sartono Kartodirdjo, Arnold Toynbee, de Graaf, serta Kantor Arsip Nasional.

Dari hasil riset tersebut, ditemukan bahwa orang Arab pertama yang masuk ke lingkar Keraton Yogyakarta adalah Alwi Ba’abud, seorang keturunan Ba’alawi dari Hadhramaut. Ia datang ke Nusantara melalui jalur perdagangan Jepara dan Demak pada tahun 1755—tahun yang sama dengan Perjanjian Giyanti, ketika Pangeran Mangkubumi dinobatkan sebagai Sultan Hamengku Buwono I.

Alwi Ba’abud bukan sekadar pedagang. Selain dikenal sebagai pedagang kuda, ia juga seorang tabib. Keahliannya membuatnya dekat dengan Sultan dan akhirnya diangkat sebagai penasihat agama di Keraton Yogyakarta. Hubungan ini bukan hubungan tempelan, melainkan relasi kepercayaan yang lahir dari jasa dan integritas.

– Pernikahan Darah Arab dan Darah Raja

Menurut cerita para pini sepuh, Alwi Ba’abud menikahkan putranya, Hasan al-Munadi, dengan putri Sultan Hamengku Buwono II (Sultan Sepuh), yakni Bendoro Raden Ayu Samparwadi, putri dari Bendoro Mas Ajeng Citrosari.

Kisahnya bermula ketika Samparwadi jatuh sakit. Sultan Hamengku Buwono II mengadakan sayembara bagi siapa saja yang mampu menyembuhkan sang putri. Orang yang berhasil adalah Alwi Ba’abud. Namun karena usianya telah lanjut, ia tidak menikahinya, melainkan menikahkan putranya dengan Samparwadi.

Pernikahan ini berlangsung pada tahun 1789, dan dari pernikahan tersebut lahirlah Ibrahim Ba’abud Madiokusumo—leluhur dari banyak garis keturunan Keraton Yogyakarta yang masih ada hingga hari ini.






– Penutup: Sejarah Tidak Bisa Diputus dengan Caci Makian

Fakta-fakta ini menunjukkan satu hal sederhana: keturunan Arab Ba’alawi bukanlah penumpang gelap dalam sejarah Nusantara, apalagi dalam sejarah kerajaan-kerajaan Jawa. Mereka hadir, berbaur, berjasa, dan bahkan menjadi bagian dari darah raja.

Maka, upaya memutus nasab Habaib atau merendahkan peran keturunan Yaman bukan hanya tidak beradab—tetapi juga bertabrakan langsung dengan arsip, riset akademik, dan dokumen keraton. Sejarah boleh diperdebatkan, tetapi tidak bisa dihapus hanya dengan teriakan kebencian.

Referensi
L.W.C. Van den Berg, Orang Arab di Nusantara. Jakarta: Komunitas Bambu, 2010.
Siti Hidayati Amal, Menelusuri Jejak Kehidupan Keturunan Arab-Jawa di Luar Tembok Keraton Yogyakarta, Universitas Indonesia.
__________

Oleh Tamzilul Furqon S.Pd.

Sabtu, 06 September 2025

Pada 7-8 September nanti, langit akan dihiasi fenomena Gerhana Bulan Total atau yang lebih populer disebut Blood Moon.

Pencinta astronomi siap-siap menantikan momen langka di bulan September 2025. Pada 7-8 September nanti, langit akan dihiasi fenomena Gerhana Bulan Total atau yang lebih populer disebut Blood Moon..
Peristiwa itu terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sempurna, sehingga bayangan Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke kita. Ketika berada dalam fase totalitas, Bulan tidak hilang begitu saja, melainkan berubah warna menjadi merah kejinggaan. Warna dramatis inilah yang membuatnya dijuluki Blood Moon.

Berdasarkan catatan astronomi yang dihimpun dari Time and Date, gerhana itu akan berlangsung lebih dari lima jam. Puncak totalitas, yakni ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan inti Bumi (umbra), akan berlangsung selama 82 menit.5t5⅚

Rabu, 03 September 2025

LOEKAS KOESTARYO "BEGUNDAL VAN KARAWANG" PERWIRA SILIWANGI ASAL MAGETAN YANG SANGAT DIBURU BELANDA

LOEKAS KOESTARYO 
"BEGUNDAL VAN KARAWANG" 
PERWIRA SILIWANGI ASAL MAGETAN YANG SANGAT  DIBURU BELANDA

Bicara peristiwa Rawagede ga bakal lepas dari "manusia"ini

"Begundal dari kerawang " begitu julukannya, orang yang di benci batalion "anjing" NICA terutama yang dulu beroperasi di wilayah jakarta dan bekasi, saking bencinya sampai di buat patung setengah badan di belanda sana seperti dituturkan oleh saksi mata.

Pria ini bertubuh kecil, namun kiprahnya sangat merepotkan pemerintahan Belanda di Indonesia. Pria Magetan kelahiran 1920 ini bernama Loekas Kustaryo.

Saat peristiwa Rawagede, Loekas Kemudian adalah Komadan Kompi Batalyon I Sudarsono/ Kompi Siliwangi atau yang dikenal sebagai Kompi Siliwangi Karawang-Bekasi. Saat ini menjadi Batalyon Infantri 302 Tajimalela, Bekasi, di bawah Kodam III Siliwangi.

Loekas sering memakai seragam pasukan Belanda untuk membunuh para tentara Belanda. Selain itu pria tersebut sangat gesit seperti belut saat disergap Belanda, sabotase kereta api yang membawa logistik buat tentara belanda juga sering di lakukannya, dalam operasinya beliau bekerja sama dengan Kyai Haji Noer Alie (singa bekasi)

Hingga akhirnya, Loekas pun menjadi target utama bagi pasukan Belanda di wilayah Karawang hingga Jakarta.

Sebagai orang yang sangat dicari pasukan penjajah Belanda, semua kegiatan Loekas dimonitor. Pasukan Belanda pun rela mengeluarkan uang sejumlah ribuan golden untuk sekadar mencari informasi di mana keberadaan Loekas.

Nah, pada 8 Desember 1947, Belanda mendengar kabar kalau Loekas sedang ada di Rawagede. Informasi itu pun langsung disikapi pasukan Belanda. Skenario penyergapan pun dilakukan pasukan Belanda di Karawang-Bekasi. Bahkan karena dianggap sebagai orang yang paling berbahaya, Pasukan Belanda juga mengerahkan pasukan dari Jakarta.

Pasukan yang datang ke Rawagede bersenjatakan lengkap. Mereka sebagian besar berasal dari pos pasukan Belanda yang ada di Jakarta. Bahkan Pasukan Belanda sampai-sampai mengerahkan tank untuk mengakhiri perjuangan Kapten Loekas saat itu.

Tapi sejumlah tank itu tidak bisa masuk ke Rawagede lantaran para pejuang dan warga memutus semua jembatan yang menghubungkan ke Rawagede. 

Saat itu pasukan infantri Belanda mengepung Rawagede. Sementara pasukan kavaleri melepaskan tembakan meriam dan cannon ke arah desa. Namun tetap saja Kapten Loekas saat itu masih bisa lolos.

Namun sebelum pengepungan terjadi Loekas dan pasukannya sudah pergi terlebih dahulu dari Rawagede sehingga pasukan Belanda tidak bisa menemukannya. 

Loekas dan pasukannya berangkat ke Jakarta. Lukas diketahui pergi ke wilayah Cililitan untuk menggempur pasukan Belanda yang ada di sana.

Lolosnya Loekas terang saja membuat pasukan Belanda menjadi kesal. Akhirnya mereka membantai warga Rawagede karena dianggap menyembunyikan Loekas. Warga akhirnya dibantai secara keji oleh pasukan Belanda yang mengepung Rawagede. Saking bencinya terhadap Loekas, pemerintah Belanda sampai-sampai mengabadikannya dalam bentuk patung.

Saat mendengar pembataian itu, Loekas sempat akan membalas dengan menyerang tangsi belanda yang ada di Tambun, cuma atas saran beberapa kyai di urungkan, sampai beliau meninggal kabarnya beliau sangat menyesal dan merasa berdosa.

Soal patung Loekas diungkapkan Sukarman yang sempat dua kali datang ke Belanda untuk menghadiri pengadilan gugatan pembataian Rawagede. Kata Sukarwan, ahli waris korban pembantaian Rawagede, patung itu ada di sebuah gedung di Den Hag, Belanda.

"Saya tidak tahu persis lokasinya. Tapi saat datang ke gedung itu saya melihat patung separuh badan yang bertuliskan "Loekas" dan di bawah tulisan itu tertulis "Begundal dari Karawang,"
Di tutur Sukarman salah seorang korban pembantaian Rawagede saat ke belanda

Pada tanggal 8 Juni 1997, Loekas meninggal dunia dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cipanas.

Restorasi foto lama/rusak
By : otte

Minggu, 04 Mei 2025

Gusti Raden Ayu Anjasmoro, Putri Kerajaan Majapahit, Selir Raja Damarwulan


Anjasmoro adalah tokoh legendaris seorang putri dari kerajaan Majapahit. Anjasmoro adalah nama dari Putri Patih Logender, putri yang amat cantik jelita, mustikaning putri tetengguling para widodari, bebasan sugih rupa kurang chandra Putri Patih Logender ini adalah putri yang berjiwa agung bersama dengan Raden Damarwulan ia telah mewariskan keteladanan. Dan atas keagungan serta keteladanan Sang Putri Anjasmoro, maka kemudian masyarakat kerajaan  Majapahit mengabadikan namanya menjadi nama sebuah gunung yaitu Gunung Anjasmoro.

Diceritakan, sebelum Raden Ayu Anjasmoro dipersunting Damarwulan (Damar Sasongko), ia sempat menjadi selir dari Minak Jinggo atau Adipati Blambangan. Adipati Blambangan adalah salah satu orang yang tewas dalam peperangan karena memperebutkan tahta raja dan ingin menjadi suami Ratu Kencana Wungu.

Raden Ayu Anjasmoro memang merupakan selir Adipati Blambangan. Namun diam-diam, di tengah cerita itu, Raja Damarwulan rupanya telah membuat janji dengan Raden Ayu Anjasmoro untuk menikahinya. Dengan harapan mendapatkan pusaka gada andalan Adipati Blambangan.

Setelah Raden Ayu Anjasmoro mengkhianati Adipati Blambangan ia pun menjadi istri dari Damarwulan. Tepatnya, pasca perang Adipati Blambangan dengan Damarwulan terjadi.
Di mana perang tersebut akhirnya dimenangkan oleh Damarwulan. Kini Raden Ayu Anjasmoro dimakamkan di kompleks pemakaman umum Troloyo, berdampingan dengan Makam Ratu Majapahit terakhir, yakni Gusti Ayu Kencana Wungu.

Sosok Anjasmoro, disebutkan dalam sepenggal cerita tentang perjuangan Ksatria Damarwulan kebanggaan Mojopahit. Meski bukan dari Serat Damarwulan dan kisah Sang Ksatria sendiri masih simpang siur, setidaknya ada setitik unsur kuno dalam tembang klasik yang termaktub dalam budaya Jawa. Dari tembang ini, bisa menjadi petunjuk kecil :

Dalam Bahasa Jawa
Terjemahan dalam bahasa Indonesia
Asmaradana

Anjasmara ari mami
Mas mirah kulaka warta
Dasihmu lan wurung layon
Aneng kutha Prabalingga
Prang tandhing Wurungbhisma
Karia mukti wong ayu
Pun kakang pamit palastra

Terjemahan dalam bahasa Indonesia
Asmaradana

Anjasmara ari mami
Mas mirah kulaka warta
Dasihmu lan wurung layon
Aneng kutha Prabalingga
Prang tandhing Wurungbhisma
Karia mukti wong ayu
Pun kakang pamit palastra
Kasmaran

Wahai Anjasmara Adindaku
Permata hati carilah berita
Kekasihmu tak urung jadi mayat
Berada di kota Probolinggo
Bertempur melawan Wurubhisma
Tinggallah berbahagia wahai kekasihku yang cantik
Kakanda memohon diri untuk mati.

Rupanya, penggalan tembang macapat ini adalah bagian dari kisah Ksatria Damarwulan yang akan berangkat berperang melawan Raja Blambangan. Sebelum berangkat, Sang Ksatria andalan Wilwatikta ini berpamitan dengan istrinya, Dewi Anjasmoro.

Keduanya berada dalam lingkaran bangsawan kerajaan, yang sering berinteraksi satu sama lain karena kegiatan ayahanda mereka yang tak jauh dari urusan istana. Damarwulan merupakan putra dari Patih Maudoro sedangkan Anjasmoro merupakan putri dari Patih Lohgender. Singkat cerita, Anjasmoro dan Damarwulan yang kasmaran merupakan pasutri yang baru saja menikah. Keduanya masih berada di masa bulan madu dan masih hanyut dimabuk cinta dalam biduk rumah tangga yang baru saja mereka bangun.

Sebagai pasangan yang baru saja menikah, tentunya Sang Istri selalu ingin berada dekat dengan suaminya. Sang Suami pun didapuk membela negara untuk menumpas pemberontakan kerajaan bawahan. Anjasmoro tak rela melepas suaminya pergi berperang, meski itu merupakan tugas Negara. Dia bahkan ingin mengikuti kemanapun suaminya pergi, meski dalam medan perang yang penuh mara bahaya sekalipun.

Suatu hari, Damarwulan mengajak istri tercintanya kemanapun Anjasmoro inginkan. Seharian mengajak istrinya bersenang-senang kemudian Anjasmoro pun lelah dan tertidur. Kesempatan ini pun digunakan Damarwulan untuk pergi berperang, karena jelas saat istrinya terbangun pasti dia tak akan tega meninggalkannya. Sedangkan, istrinya pasti tak akan mengizinkan suaminya pergi. Kemudian Damarwulan pun menuliskan surat untuk Anjasmoro yang berisi tembang Asmaradana penuh ungkapan cinta yang ditinggalkan di samping istrinya yang lelap tertidur.

Damarwulan pun berangkat berperang ke Probolinggo melawan Raja Blambangan yang katanya dipimpin oleh Minakjinggo. Blambangan sendiri, merupakan kerajaan bawahan Majapahit yang membelot karena Minakjinggo menyatakan perang karena janji lamarannya diingkari oleh Ratu Kencono Wungu. Blambangan adalah daerah Banyuwangi, sedangkan Probolinggo adalah perbatasan antara wilayah pusat Majapahit dan Blambangan.

Singkat cerita, akhirnya Damarwulan berhasil mengalahkan Minakjinggo dan Ratu Kencono Wungu malah menjadi istri baru Damarwulan. Karena Kencono Wungu seorang ratu, sehingga posisi Anjasmoro sebagai istri pertama pun tergeser sehingga Sang Ratu pun menjadi permaisuri. Cukup tidak adil ya?

Meski demikian, Damarwulan sejatinya tak terlalu tertarik dengan Kenconowungu dan tetap menempatkan Anjasmoro di tempat tertinggi di hatinya. Di sinilah peran Anjasmoro yang setia pada suaminya, menanti kekasihnya pulang membawa kabar gembira. Seorang wanita yang tangguh, dimana pengabdiannya pada orang terkasihnya menjadikan suaminya punya posisi yang tinggi, meski dirinya akhirnya harus merelakan berbagi suami,aarrgh!

Lupakan tentang Kenconowungu. Kisah tembang Asmaradana jelas hanya tentang Anjasmoro dan Damarwulan yang sedang kasmaran namun harus berpisah. Entah darimana kedua pasangan ini berasal, yang jelas nama dua sejoli di zaman modern ini kedengarannya agak terbalik. Damarwulan terdengar seperti nama perempuan, sedangkan Anjasmoro malah kerap dipakai sebagai nama laki-laki.

#viralpost2025シ #fypfbpro #fotofyp #fotoviral #fypfoto #facebookviral #foto #fb #meta #sorotan #indonesia #jangkauanluas #facebookpro #fbproo #semuaorang #sejarah #nusantara #sejarahindonesia #sejarahdanbudaya #tempodulu

Sabtu, 22 Maret 2025

TETAP TEGAK LURUS - SIAGA 1 selama Libur Lebaran dan arus Mudik dan Balik Lebaran 2025

KESIAPSIAGAAN TERHADAP GEMPA DAN TSUNAMI DI JALUR TRANSPORTASI DARAT SELAMA LIBUR LEBARAN

Jakarta, 21 Maret 2025 - Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi kini sudah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat kita.

Permasalahan yang dihadapi para pemudik pengguna moda transportasi darat meliputi kondisi spesifik wilayah, seperti geografi, geologi, serta risiko bencana gempa dan tsunami.

Wilayah Indonesia merupakan kawasan rawan gempa. Menurut Pusgen (2024), terdapat 14 segmen sumber gempa subduksi/megathrust dan 402 segmen sumber gempa sesar aktif.

Gempa dan tsunami merupakan proses alam yang hingga saat ini kejadiannya belum dapat diprediksi sehingga dapat terjadi kapan saja.

Sejarah gempa BMKG mencatat bahwa setidaknya ada 16 kejadian gempa dan tsunami merusak yang pernah terjadi selama periode perayaan Hari Raya dan liburan, yaitu:
1. Tsunami Ambon 1674 (Imlek)
2. Gempa Semarang-Jepara 1821 (Natal)
3. Tsunami Banda Naira 1852 (Natal)
4. Tsunami Larantuka 1982 (Natal)
5. Tsunami Biak 1996 (Idulfitri)
6. Tsunami Aceh 2004 (Natal)
7. Gempa Bora Sulteng 2005 (Iduladha)
8. Gempa Pariaman 2009 (Idulfitri)
9. Gempa Palu Sulteng 2012 (Idulfitri)
10. Tsunami Selat Sunda 2018 (Natal)
11. Gempa Nias 2021 (Idulfitri)
12. Gempa Kep. Mentawai 2023 (Idulfitri)
13. Gempa Ransiki 2024 (Idulfitri)

Arus mudik lebaran tahun ini diprediksi akan meningkat. Moda transportasi darat mendominasi perjalanan pemudik menuju daerah rawan gempa, seperti Pulau Jawa yang memiliki 25 segmen sesar, zona Bali dan Nusa Tenggara yang memiliki 49 segmen sesar, serta zona Sumatra yang memiliki 56 segmen sesar.

Sebagai upaya pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami, pemudik perlu memperoleh pembekalan pengetahuan mitigasi. Setidaknya ada sembilan hal penting yang perlu dipahami oleh pemudik sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa dan tsunami di jalur transportasi darat selama libur Lebaran, yaitu:

1. Gempa kuat dapat memicu rekahan permukaan (surface rupture) jalan raya akibat pergeseran tiba-tiba jalur sesar aktif. Pemudik perlu mengenali sebaran sesar aktif di sepanjang jalur mudik.
2. Jalan raya juga dapat terbelah (ground failure) akibat tanah lunak yang berguncang kuat saat gempa. Pemudik perlu berhati-hati jika terus melanjutkan perjalanan atau mencari jalur mudik alternatif.
3. Gempa kuat dapat memicu terjadinya likuefaksi di jalan raya. Pemudik perlu mengenali zona rawan likuefaksi di sepanjang jalur mudik.
4. Guncangan gempa di jalan raya saat rombongan kendaraan berjalan beriringan berpotensi menyebabkan tabrakan atau benturan antarkendaraan. Pemudik harus selalu mempertahankan jarak aman antar kendaraan.
5. Guncangan gempa saat kendaraan melaju kencang dapat menyebabkan roda selip tanpa kendali, kendaraan terlempar, dan terbalik. Jika merasakan guncangan tak lazim, pemudik harus segera memperlambat kendaraan, menepi, dan berhenti di jalur aman.
6. Gempa kuat dapat merobohkan bangunan di tepi jalan, seperti pagar tembok, gapura, monumen, baliho, dan jalur kabel listrik yang dapat menimpa kendaraan. Pemudik perlu memastikan lokasi pemberhentian kendaraan aman.
7. Gempa kuat bahkan dapat merusak atau meruntuhkan struktur jalan layang (flyover) yang sedang dilalui banyak kendaraan. Pemudik harus memastikan kendaraan berhenti di tempat yang aman dan tidak terjatuh dari ketinggian.
8. Gempa yang mengguncang kawasan perbukitan dapat memicu longsoran tebing dan runtuhan batu. Pemudik sebaiknya tidak melintasi kawasan perbukitan pascagempa kuat atau saat hujan deras.
9. Gempa dangkal yang berpusat di laut dapat memicu tsunami yang berpotensi melanda jalur mudik yang sejajar dengan pantai rawan tsunami. Pemudik wajib memiliki aplikasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami BMKG serta menghindari jalur pantai saat peringatan dini tsunami dikeluarkan BMKG.

Demikian beberapa hal yang perlu dipahami para pemudik sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa dan tsunami di jalur transportasi darat. Semoga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.

======================
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
( Dr. DARYONO, S.Si., M.Si. ) Info is continued by HANS 

Di tuang ulang dan di teruskan 
Oleh : 
Djoko Soenjoto Malik  Ibrahim
Da Silva. ( Gus Brohim )
Satuan Tugas Bencana
-Tagana Indonesia 16069358
- SATLAKAR / ReKar 
- Tim SAR KB FKPPI
- Tim Rescue Korp Pelatih Bela
   Negara 

Rabu, 18 Desember 2024

KEDIRI DALAM SEJARAH PERJUANGAN PERLAWANAN TERHADAP KOLONIAL VOC BELANDA


Pramoedya Ananta Toer kurang lebih pernah menulis begini di novelnya, "Kamu boleh pintar setinggi langit, tapi kalau kamu tidak menulis maka kamu akan hilang dari ingatan masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian..."

Tetapi kalau menulis thok dan tidak pernah diterbitkan menjadi sebuah buku ya tulisan itu hanya akan menjadi konsumsi sendiri dan tidak begitu berdampak pada orang banyak. Masalahnya seberapa banyak sih ada orang yang mau menjadi penerbit buku? bisnis yang tidak terlalu jelas untungnya? apalagi menerbitkan buku di jaman kolonial Hindia Belanda dan bersaing keras dengan Penerbit Balai Pustaka yang dijadikan satu-satunya penerbitan resmi yang disubsidi oleh pemerintah kolonial?

Perkenalkan...inilah Tan Khoen Swie. Seorang Tionghoa yang punya nyali untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas? bukan dengan teriak-teriak sok nasionalis tetapi dengan tindakan nyata.

Lahir di Wonogiri tahun 1884 konon ia besar di kota kelahirannya dengan menjadi tukang rakit penyeberangan sungai Bengawan Solo. Lalu ia mengembara ke kota-kota lain sambil belajar menguasai bahasa Hakka sebagai bahasa pengantar dengan komunitas Tionghoa di mana pun dia tinggal. Dari pengembaraannya itulah ia kemudian menikahi seorang gadis dari Surabaya bernama Liem Gio Nio dan kelak memiliki 3 anak. 


Pengembaraannya berhenti di Kediri. Di kota inilah Tan Khoen Swie semakin fasih berbahasa Jawa rendah maupun tinggi. Ia mampu membaca dan menulis aksara Jawa. Ia juga tertarik pada kebudayaan Jawa termasuk budaya wayang maupun ilmu kebatinan Kejawen.

Dia kemudian menghidupi kebudayaan Jawa tersebut dengan suka bermeditasi, puasa, berlaku vegetarian dan mempunyai minat tinggi pada hal-hal gaib dan ilmu Kejawen.

Minat kepada sastra dan kebatinan Jawa memberi ide baginya untuk mengembangkan bisnis penerbitan bernama Boekhandel Tan Khoen Swie, di rumah sekaligus tokonya (toko Soerabaia) di Jalan Dhaha Kediri. Bisnis itu ia didirikan tahun 1915, jadi 3 tahun sebelum Penerbit Balai Pustaka didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Melalui penerbitannya inilah Tan Khoen Swie benar-benar berkontribusi pada pengembangan kebudayaan Jawa. Fokus bisnisnya adalah buku berhuruf dan berbahasa Jawa, berhuruf latin dan berbahasa Jawa serta berhuruf latin dan berbahasa Melayu. Topik bukunya juga beragam dari buku masakan, pertanian, filsafat, pendidikan, sejarah, agama, sastra bahkan teknik berhubungan seksual suami isteri.

Tan Khoen Swie berjasa besar memasyarakatkan pengetahuan dan filsafat Jawa yang saat itu hanya terbatas dalam kepujanggaan kraton menjadi bentuk buku yang bisa dipelajari oleh semua kalangan masyarakat.

Semua buku-buku Jawa yang legendaris itu adalah terbitan dari Boekhandel Tan Khoen Swie: 
- Primbon Jayabaya (Ronggowarsito)
- Serat Wedhatama (Mangkunegara IV)
- Serat Kalatidha (Ronggowarsito)
- Serat Gatholoco
- Serat Dharmogandul
- Serat Nitimani (ini buku kamasutra ala Jawa)
- Serat Babad Kediri

Selain aktif di dunia kebatinan, ia juga memimpin perkumpulan Kioe Kok Thwan, oranisasi Tionghoa Kediri yang melawan kolonial Belanda tahun 1935. Ia tidak pernah mau mengubah nama Tionghoa-nya untuk menunjukkan bahwa orang Tionghoa pun bisa menjadi orang Jawa dan Indonesia tanpa harus menanggalkan identitas aslinya.

Nasionalisme keindonesiaannya juga ditunjukkan dengan menerbitkan buku berbau anti kolonial berjudul "Atoeran dari Hal Melakoeken Hak Perkoempoelan dan Persidangan Dalem Hindia-Nederland" karangan R. Boediharjo (1932) serta buku "Tjinta  Kebaktian Pada Tanah Air" tahun 1941. 

Beberapa sastrawan dan pujangga seringkali bermeditasi di rumahnya untuk mendapat inspirasi dala penulisan karya tulisnya. Konon, Tan Khoen Swie juga menjadikan rumahnya sebagai tempat mampir para mantan pengikut Pangeran Diponegoro yang tercerai-berai. 

Tan Khoen Swie sampai sekarang dihormati oleh para intelektual Jawa karena jasa dan kontribusinya pada Kasusastraan Jawa. Ia meninggal di Kediri tahun 1953. Anaknya, Tan Biang Liong, meneruskan usaha ayahnya bahkan sempat dipenjara 3 bulan karena menerbitkan buku Aji Asmorogomo, buku teknik berhubungan seksual untuk mendapatkan keturunan yang dilengkapi dengan ilustrasi. Kejadian ini menjadi salah satu penyebab anaknya menghentikan bisnis penerbitan di tahun 1963 untuk berkonsentrasi pada bisnis-bisnis lainnya.

Jadi sekarang ketahuilah, kawan. Kediri itu bukan hanya terkenal karena Gudang Garam-nya saja. 

Ingatlah nama Tan Khoen Swie....ketika Anda sedang membaca buku. 
Gara-gara dia orang lain jadi berpikir bahwa menjadi penerbit ternyata juga bisa menjadi penghidupan sekaligus mencerdaskan orang banyak.

Untuk jasa-jasanya itu pemerintah Republik Indonesia belum pernah memberikan penghargaan apa pun kepadanya.

(Osa Kurniawan Ilham)
Di sadur ulang oleh 
Gus Brohim  
( Ibrohim Dasilva )

Minggu, 08 September 2024

Al-qur'an di turunkan untuk seluruh lapisan umat manusia


Al-Quran adalah untuk segala manusia. Jika muslimin mengklaim bahwa Al-Quran itu hanya milik muslimin, maka itu artinya mempersempit dan menyalahi statemen Al-Quran itu sendiri, "Hudan lin_Naas". Dalam perspektif ini, tiap individu bebas memahami, menafsir, teks Al-Quran, tanpa mengaitkan dia beragama apa, bersuku bangsa apa. Yang menjadi penting, jangan memaksa tafsir dirinya untuk diterima orang lain. Dan, jangan memandang tafsir dirinya yg paling benar.

Perkaranya, Al-Quran yg sampai kepada manusia berwujud teks berbahasa Arab, lalu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Salah satunya diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Syekh Dr Ali Jum'ah (Mufti Mesir),  memberi penjelasan, bahasa adalah organisme hidup yang tumbuh dan berkembang serta bercabang. Bahasa Arab, yg digunakan sbg bahasa Al-Quran, memiliki ciri khas yang dikandungnya.

Di antaranya, ciri pertama, sebagaimana yang dijelaskan Ibnu Jinni, yakni aspek kelengkapannya. Ciri khusus berikutnya dari bahasa Arab ialah otentik, memiliki ragam metafora, dan ragam bentuk penyampaian.

Selain itu, Syekh Ali Jum'ah menjelaskan, bahasa Arab juga memiliki banyak sinonim. Dalam kasus bahasa Arab, contohnya adalah "khamr," yang memiliki lbh kurang 90 sinonim. Ciri khas lainnya, yaitu bahasa Arab memiliki sifat gabungan. Artinya, satu kata dalam bahasa Arab bisa memiliki banyak makna. Misalnya 'aynun', yang memiliki banyak arti, di antaranya mata, mata-mata, jiwa, dan lainnya.

Dengan begitu sifat Bahasa Arab, maka tiap ianya diterjemahkan ke lain bahasa, maka pasti ada "distorsi" makna yg dikandungnya. Oleh karena itu pembaca terjemahan bisa terjebak pada makna konteks budaya bhs terjemahannya, tanpa melihat konteks, ciri teks, dan lokus serta kala saat teks itu berwujud.

Nah inilah, akar dari masalah kegaduhan tentang hapus menghapus ayat. Yang ini kulo sebut seperti tertera pada judul tulisan ini. 

Masih beruntung Al-Quran, karena diterjemahkan ke dalam bahasa2 apa pun di dunia masih disertakan teks berbahasa Arabnya, sehingga bila terjadi perselisihan nuansa makna terjemahan bisa dirunut kembali pada teks aslinya, lalu dikaji bersama sesuai ilmu linguistik dan sastra Arab, serta konteks, lokus, dan kala saat teks itu berwujud.

Nah, apakah kitab suci selain Al-Quran yg sampai kepada kita sekarang ini mudah dirunut teks berbahasa aslinya saat teks kitab suci ybs pertama kali berwujud? 

Jika kita membandingkannya antara terjemahan suatu kitab suci dengan terjemahan kitab suci lainnya, sesungguhnya yg demikian ini adalah perbandingan terjemahan. Dan namanya terjemahan itu ya sdh masuk pendapat penerjemah/tim penerjemah.

Semoga sesama pembaca terjemahan tidak saling pethenthengan. 
Mugo2

🙏🏾🙏🏾🙏🏾🙏🏾🙏🏾

Oleh Gus Broo..heemm

PENDEKAR WANITA KETURUNAN TIONGHOA YANG MENYAMAR JADI PRAJURIT LAKI-LAKI DI KEBUMEN

PENDEKAR WANITA KETURUNAN TIONGHOA YANG MENYAMAR JADI PRAJURIT LAKI-LAKI DI KEBUMEN

Di daerah Kebumen, Jawa Tengah, ada sebuah makam tua yang berada di tengah sawah. Uniknya, di sana ada sebuah gapura bergaya arsitektur Tionghoa.

Dari keterangan sebuah nisan, makam tua itu adalah milik R.A K.R.A.T Kalapaking III, atau bisa disebut Raden Ayu Tan Peng Nio.

Raden Ayu Tan Peng Nio merupakan seorang pejuang Indonesia keturunan Tionghoa. Ia ikut berperang dalam perang Geger Pecinan melawan tentara Belanda.

Tan Peng Nio merupakan anak dari Jenderal Tan Wan Swee. Sebelumnya, Tan Wan Swee berselisih pendapat dan melakukan pemberontakan yang gagal terhadap Kaisar Qian Long (1711-1799) dari Dinasti Qing. Ia kemudian menitipkan Tan Peng Nio kepada sahabatnya, Lia Beeng Goe, seorang ahli pembuat peti mati dan ahli bela diri. Setelah pemberontakan itu gagal, Tan Peng Nio menjalani pelarian bersama Lia Beeng Goe ke Singapura, lalu berpindah ke Sunda Kelapa (sekarang Jakarta).

Pada tahun 1741, terjadi sebuah huru-hara yang terkenal dengan nama Geger Pecinan. Saat itu, terjadi pembantaian terhadap etnis Tionghoa oleh tentara VOC. Saat pembantaian itu terjadi, Lia Beeng Goe dan Tan Peng Nio mengungsi ke arah timur hingga tiba di Kutowinangun, Kebumen. Di sana mereka bertemu Kiai Honggoyudho yang mahir membuat senjata.

Ketika terjadi peperangan dan penyerbuan selama 16 tahun (1741-1757) atau Perang Kuning oleh Pangeran Garendri, Tan Peng Nio dikabarkan ikut bergabung ke dalam 200 tentara bentukan KRAT Kolopaking II yang dikirim untuk ikut membantu pasukan Garendri. Saat itu, Tan Peng Nio dikabarkan menyamar menjadi prajurit laki-laki.

Peperangan itu kemudian berakhir dengan terjadinya Perjanjian Giyanti. Setelah perang berakhir, ia menikah dengan KRT Kolopaking III dan menetap di Kutowinangun, Kebumen. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang anak yaitu KRT Endang Kertawangsa dan RA Mulat Ningrum.

Tan Peng Nio menetap di Kebumen hingga akhir hayatnya. Saat meninggal, ia dikebumikan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen. Makamnya dibangun dengna gaya Tionghoa. Hingga kini makamnya cukup sering didatangi peziarah.
#santrikebumen

Senin, 12 Agustus 2024

APA BEDANYA DONOR DARAH dengan DONOR DARAH APHERESIS...?

Ketahui Perbedaan Antara Donor Darah dan Donor Apheresis

Darah3 menit
Ditinjau oleh dr. Fadhli Rizal Makarim 15 Juni 2022

“Tidak banyak orang yang tahu perbedaan antara donor darah dan donor apheresis. Meski keduanya melibatkan pengambilan darah, tapi pada dasarnya berbeda.”

Ketahui Perbedaan Antara Donor Darah dan Donor Apheresis

Halodoc, Jakarta – Kebanyakan orang lebih dekat dengan istilah donor darah. Sebab, kegiatan ini kerap menjadi sorotan dan mudah untuk dilakukan. Namun, tidak banyak orang yang tahu tentang donor apheresis. Donor darah dan donor apheresis adalah sesuatu yang berbeda. Ketahui perbedaannya di sini!

Beda Antara Donor Darah dan Donor Apheresis

Donor darah adalah kegiatan yang dilakukan untuk menunjukkan kepedulian antar sesama. Seseorang bisa melakukan kegiatan baik ini setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Hal ini bisa dilakukan di Palang Merah Indonesia atau beberapa lembaga atau tempat kegiatan amal dilakukan.

Selain donor darah, kegiatan baik lainnya yang bisa dilakukan untuk menolong sesama adalah donor apheresis. Donor ini dibutuhkan oleh para pengidap kanker. Memang, kegiatan donor ini masih relatif baru di Indonesia. Perbedaannya, donor apheresis hanya membutuhkan komponen darah tertentu, plasma darah, sel darah putih, sel darah merah, atau trombosit.

Pengambilan donor ini menggunakan alat khusus yang berbeda dari donor darah. Saat komponen darah yang diinginkan sudah didapatkan, darah yang sudah diambil dikembalikan ke dalam tubuh seseorang yang memberikan donor.

Berikut beberapa jenis donor apheresis yang perlu diketahui:

  • Trombaferesis: proses apheresis untuk mengambil trombosit;
  • Eritraferesis: proses apheresis untuk mengambil sel darah merah;
  • Leukaferesis: proses apheresis untuk mengambil sel darah putih; dan
  • Plasmaferesis: proses apheresis untuk mengambil plasma.

Lalu, apa sih perbedaan donor darah dan donor apheresis?

Meski terlihat serupa, ada beberapa hal membedakan dari dua donor ini, antara lain:

1. Alat Donor

Untuk donor darah, alat yang dibutuhkan hanya jarum suntik dan perlengkapan tambahan lainnya. Namun untuk donor apheresis, proses ini membutuhkan bantuan alat khusus yang mampu menyaring komponen yang diinginkan dari darah.

2. Waktu Donor

Perbedaan yang kentara terkait donor darah dan donor apheresis adalah waktu yang dihabiskan. Untuk melakukan donor darah, seseorang yang perlu menghabiskan 10 hingga 15 menit. Namun pada donor apheresis, waktu yang dibutuhkan lebih lama, yaitu kisaran 1,5 hingga 2 jam.

3. Rentang Waktu Donor

Seperti yang disebutkan sebelumnya, seseorang bisa melakukan donor darah dalam rentang waktu 3-4 bulan lamanya. Berbeda dengan donor apheresis yang bisa dilakukan setelah 2 minggu dari donor sebelumnya.

4. Kualitas Donor

Salah satu hal yang paling penting untuk diketahui terkait perbedaan donor darah dan donor apheresis adalah kualitas donornya. Setiap 1 kantong trombosit yang didapatkan ternyata hampir setara 10 kantong donor darah biasa secara kualitas.

5. Komponen Darah

Donor apheresis dilakukan dengan mengambil komponen darah tertentu saja. Biasanya donor ini mengambil trombosit saja. Berbeda dengan donor darah yang mengambil semua komponen darah.

Alasan Harus Melakukan Donor Apheresis

Donor ini awalnya hanya dilakukan oleh Rumah Sakit Kanker. Sebab, kebanyakan pasien yang terserang kanker lebih membutuhkan donor trombosit agar tetap stabil dibandingkan donor darah biasa.

Trombosit berfungsi sebagai pengikat keping-keping darah, sehingga tidak banyak darah yang keluar saat perdarahan. Komponen darah ini juga dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Ada beberapa kondisi lainnya yang membutuhkan donor trombosit, seperti pengidap DBD, alami gangguan leukemia, dan alami kelainan darah.

Kamu juga bisa lho menggunakan fitur tanya dokter untuk mengetahui perbedaan antara donor darah dengan donor apheresis pada dokter dari Halodoc. Dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa mendapatkan akses kesehatan tanpa batas hanya dengan penggunaan smartphone. Gunakan aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
UCLA Health. Diakses pada 2022. Donate Platelets.
Lee Health. Diakses pada 2022. Apheresis Donation.

Jumat, 10 Mei 2024

Apa itu 'kelping'? Mengapa paus membuat topi dari rumput laut


Paus bungkuk terkenal karena budayanya yang menakjubkan: Hewan-hewan misterius ini bermigrasi ribuan mil setiap tahun, menyanyikan lagu-lagu yang mempesona , melompat dari air dalam lubang besar , dan berkolaborasi saat berburu — menciptakan jaring gelembung yang menjebak mangsanya.

Kini, para peneliti telah menjelaskan aspek lain dari perilaku paus: bermain dengan rumput laut yang mereka temukan mengambang di lautan—menggerakkannya di antara sirip, berguling-guling, dan, yang paling menarik, memakainya di atas kepala seperti topi.

Perilaku ini—yang disebut kelping—telah dijelaskan dalam sebuah penelitian baru sebagai “fenomena global”. Studi ini mendokumentasikan contoh-contoh paus bungkuk ( Megaptera novaeangliae ) di seluruh dunia yang berinteraksi dengan rumput laut, yang diambil dari lebih dari seratus postingan media sosial, dan menunjukkan bahwa perilaku lucu ini jauh lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya

Di dalam dunia budaya paus yang tersembunyi .

Tidak diragukan lagi kelping terlihat menyenangkan. Tapi mungkinkah itu mempunyai tujuan lain? Olaf  Meynecke , peneliti di Griffith University dan salah satu penulis studi tersebut, berpendapat demikian—terutama mengingat paus dapat bertahan selama sekitar 30 hingga 40 menit.

“Waktu yang cukup banyak jika dihabiskan hanya dengan sepotong kecil alga,” katanya. “Sepertinya ada yang lebih dari itu.”

Meynecke yakin cara mereka menggerakkan rumput laut dengan seluruh bagian tubuhnya dengan lembut dan akurat dapat menunjukkan pelatihan mobilitas—paus membutuhkan ketangkasan dan koordinasi untuk makan. Ini mungkin juga terasa enak bagi paus dan bermanfaat bagi kulit mereka.




Sudah berapa lama paus kelping?

Kelping pertama kali diamati pada tahun 2007, dan bukan hanya ikan paus bungkuk saja yang melakukan pengamatan tersebut. Spesies balin lainnya, Termasuk paus abu-abu dan paus sikat utara dan selatan, juga diamati berinteraksi dengan rumput laut.

Setelah melihat video kelping dan membaca studi tahun 2012 tentang fenomena tersebut, Meynecke pun tertarik. Dia sekarang telah melihat tiga video drone kelping yang tidak ada hubungannya, dan bertanya-tanya berapa banyak lagi video kelping yang ada di luar sana.

Untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang perilaku aneh ini, dia menelusuri media sosial dengan kata kunci seperti “kelping”, “paus bungkuk”, “paus”, dan “rumput laut”, dan menemukan ratusan postingan, yang kemudian dianalisis oleh tim secara sistematis.

Meynecke mengatakan bahwa menjadi jelas bahwa perilaku ini bukan suatu kebetulan: “Memiliki sesuatu yang menyentuh tubuh Anda di dalam air cukup sulit karena tidak benar-benar ingin menempel, melainkan hanyut,” katanya.

Apakah paus bungkuk mencoba menyelamatkan anjing laut dari orca? Lihat sendiri. )

Heidi Pearson, profesor biologi kelautan di Universitas Alaska Tenggara, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, telah melihat kelping di lokasi penelitiannya di Juneau, Alaska. Suatu ketika, seekor betina bernama Teritip tampak seperti terjerat tali pancing. Ternyata dia "sedang bermain dengan rumput laut ini" yang menutupi punggungnya.

Namun “Saya tidak pernah mendokumentasikannya secara kuantitatif,” katanya, sambil menambahkan bahwa dia “tidak tahu bahwa kata untuk itu adalah kelping.”


Nara sumber :

Sebuah studi baru menyoroti perilaku paus yang menakjubkan. Tapi apakah ini hanya sekedar permainan—atau setara dengan rutinitas perawatan kulit di laut?

Oleh :

Heidi Pearson, profesor biologi kelautan di Universitas Alaska Tenggara



Arsip Blog