Disaster

Selasa, 21 April 2026

22 APRIL HARI BUMI

*Bencana Sumatera What's Next*

Hari Bumi 22 April sudah diperingati sejak tahun 1970 dengan tema sesuai kondisi setiap tahunnya. Tema hari bumi tahun 2026 Keluatan Kita Planet Kita mengingatkan semua umay manusia di bumi untuk introspeksi apa yang sudah mereka lakukan dengan dampak yang ditimbulkannya. Beberapa tahun ini perlindungan lingkungan menghadapi tekanan di seluruh dunia karena tekanan ekonomi, konflik, dampak iklim, dan pergeseran prioritas politik.  Kebijakan lingkungan memengaruhi biaya yang ditanggung oleh rumah tangga, pemerintah daerah, dan perekonomian nasional. Perubahan kebijakan ini memengaruhi harga utilitas, produktivitas pertanian, ketersediaan asuransi, *pengeluaran pemulihan bencana*, dan sistem kesehatan masyarakat. Keterlibatan masyarakat menyediakan mekanisme untuk menjaga kesinambungan dan akuntabilitas ketika kapasitas kelembagaan bervariasi. 

Akhir tahun 2025 bangsa Indonesia dikagetkan dengan dampak Bencana Sumatera yang meliputi Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar. Berdasarkan data BNPB per 20 Januari 2026, bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar menyebabkan 1.199 orang meninggal dunia dan 144 orang hilang. Sebanyak 114.200  warga masih mengungsi, dengan dampak rumah rusak mencapai 175.050 unit, 215 Fasilitas Kesehatan, 4.546 Fasilitas Pendidikan. Kerusakan infrastruktur ada 4.000-6.000 titik/unit infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan. Desa Hilang: 29 desa lenyap tersapu bencana, mayoritas di Aceh (21 desa).
Kerugian infrastruktur mencapai tembus Rp68,67 triliun. 

*Kenapa sangat besar dampaknya?*.  Peristiwa siklon tropis yang melanda Sumatera tidak dapat dilepaskan dari hilangnya sekitar 1,4 juta hektare hutan tropis yang dialihfungsikan menjadi kawasan budidaya seperti kawasan wisara, pertanian, permukiman,  pertambangan legal dan ilegal,  perkebunan sawit dsb. Perubahan tutupan lahan ini mengakibatkan rusaknya fungsi hidrologis hutan, sehingga kemampuan tanah dalam menyerap air menurun drastis dan memicu aliran permukaan yang bersifat destruktif.

*Apakah kejadian bencana Sumatera bisa terjadi di tempat bila ada pengalihan fungsi lahan hutan?*


Tidak ada komentar: